Review Xiaomi Pocophone F1, Camera Tidak Sepadan Perform

Review Xiaomi Pocophone F1 – Formula “spesifikasi tinggi, harga dapat dijangkau” telah semenjak awal melekat pada merk Xiaomi di Indonesia serta dapat dibuktikan sukses menarik customer. Meskipun, dalam beberapa waktu terakhir, resep tepat itu telah dibarengi banyak pesaingnya. Dari Asus, Infinix, sampai Honor. Xiaomi kembali memakai formula itu saat melaunching Pocophone F1, 22 Agustus kemarin. Spesifikasinya termasuk juga tertinggi, hingga pas dipakai untuk bermain game. Akan tetapi, dalam pengujian aku, ada banyak catatan yang harus diperbaiki Xiaomi untuk menyempurnakan Pocophone F1.

Xiaomi Pocophone F1

Xiaomi Pocophone F1

Xiaomi Pocophone F1

Xiaomi Pocophone F1 ini mempunyai ukuran 155,5 x 75,3 x 8,8 mm dengan monitor 6,18 inci, Pocophone F1 sebetulnya lumayan kecil di tangan aku yang memiliki ukuran besar. Tetapi, bila Kamu mempunyai ukuran tangan biasanya, hp ini cukuplah nyaman digenggam. Begitupun dengan beratnya yang cuma 180 gr saja. Bermain game sampai berjam-jam, tidak membuat tangan aku sangat terbebani sebab beratnya yang mudah. Walau nyaman dipegang dalam tempo lama, aku kurang senang dengan sisi belakang Pocophone F1. Bodynya terbuat dari plastik, jadi berasa kurang elegan. Ditambah lagi, waktu aku bermain game dalam tempo lumayan lama, keringat membuat jari saja menempel dibagian belakang hp itu. Tidak hanya material body, Xiaomi ikut mengorbankan kualitas monitor Pocophone F1. Mereka cuma memberikan panel IPS, bukan AMOLED. Walau demikian, panel yang mempunyai resolusi HD+ 1080 x 2246 piksel dapat mereproduksi warna dengan baik.

Begitupun dengan kecerahan monitor. Aku cukuplah senang untuk bermain game dibawah cahaya matahari yang terik dengan tingkat kecerahan ada di 80 sampai 90 % saja. Tetapi, kesenangan aku kembali terganggu dengan kehadiran notch. Dengan default, aplikasi yang memberi dukungan feature full screen akan automatis penuhi monitor. Perihal ini membuat beberapa penampilan dari game yang aku mainkan mesti terpotong notch itu. Untungnya, kita dapat menonaktifkan model fullscreen. Serta menurut aku, lengkungan bezel di monitor lumayan besar bila dibanding dengan piranti lainnya di pasar. Perihal ini membuat aku terasa monitor Pocophone F1 lebih kecil. Bagian lain yang banyak dilihat beberapa gamer ialah peletakan tombol di piranti. Tempat tombol volume serta power yang ada dibagian kanan monitor membuat piranti ini nyaman digenggam dengan horizontal. Dibagian kiri, ada satu slot SIM Hybrid. Peletakan audio jack 3,5mm juga ada dibagian atas piranti, yang menurut aku adalah tempat yang pas. Dibagian bawah, ada lubang pengisian daya USB Type-C — yang disebut nilai plus — ditemani satu speaker serta satu mic.

Dibagian belakang, ada satu pemindai sidik jari dibagian tengah atas. Pas di atasnya ada camera ganda yang rata dengan body dan, sepasang lampu kilat. Satu kali lagi, peletakan ini begitu maksimal untuk diletakkan dalam satu hp. Qualcomm Snapdragon 845 yang tertanam membuat Pocophone F1 secepat hp flagship punya vendor besar. Panas yang dibuat piranti saat dipakai bermain game masih juga dalam skala lumrah. Bermain game berat yang membutuhkan proses yang besar juga dilibas dengan gampang. Dari mulai PUBG sampai Ark Survival Evolved juga bisa berjalan dengan mulus. Butuh diingat, ke-2 game ini mempunyai engine yang sama juga dengan game yang berada di PC. Tentunya, perihal ini tidak bisa berjalan dengan mulus tiada suport GPU yang baik. Untungnya, GPU Adreno 630 yang berada di processor ini bisa mengolah game itu dengan begitu baik. Potensi multitasking Pocophone F1 juga mesti dapat acungan jempol. Dengan RAM sebesar 6GB, aku dapat buka serta menjalankan beberapa aplikasi berat dengan baik.

Kemampuan penyimpanan 64GB yang berada di piranti ini juga membuat aku bisa menaruh beberapa game serta aplikasi memiliki besar sekaligus juga. Bila kurang, Kamu dapat menambahkannya dengan kartu microSD sampai 256GB. Akan tetapi, bila Kamu lakukan hal itu, seperti aku, Kamu mesti mengorbankan slot kartu SIM ke-2. Diatas kertas, Pocophone F1 mempunyai hasil benchmark yang tinggi sekali. Seperti biasa, aku memakai dua aplikasi untuk lakukan benchmark, yaitu 3DMark serta PCMark. Hasil tes Slingshot Extreme – OpenGL ES 3.1 dari Pocophone F1 sukses tembus angka 3.856. Lantas, untuk Ice Storm Unlimited piranti ini sukses tembus angka 57.892. Sedang waktu coba menjalankan Work 2.0, piranti ini sukses tembus score 7.651. Bila dibanding dengan kompetitor yang mempunyai rentang harga yang sama, seperti Asus ZenFone 5 serta Vivo V11 Pro, Pocophone F1 seperti ada diatas angin. Akan tetapi butuh diingat, ke-2 piranti itu belum juga memakai processor Snapdragon 845, seperti Pocophone F1.

Satu pemindai infra merah dibagian depan membuat Pocophone F1 bisa di buka memakai muka. Serta aku cukuplah terkesima dengan kecepatannya. Begitupun waktu coba buka piranti ini dengan memakai pemindai sidik jari. Dari tempat monitor mati, piranti ini bisa terbuka tiada terasa ada penundaan dikit juga. Diluar itu, Xiaomi tidak menyisipkan skin yang sangat lebay. Alih-alih tampak seperti MIUI, penampilan Pocophone F1 lebih tampak seperti piranti dalam project Google One. Walau sebenarnya, dalam penyusunan tampak jelas bila piranti ini menjalankan MIUI 9. Didapati, MIUI 9 sudah berjalan di skema operasi Android 8.1 Oreo. Sayangnya, pengalaman aku memakai OS ini dikit terganggu. Walau sudah lakukan up-date ke vs paling baru, aku masih tetap rasakan dikit bug waktu buka beberapa aplikasi spesifik. Bahkan juga, aku mesti lakukan force close di sejumlah aplikasi serta buka kembali aplikasi yang memiliki masalah itu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *